Kenapa Aromaterapi?

APA AROMATERAPI?

Aromatherapy is… the skilled and controlled use of essential oils for physical and emotional health and well being.“  Valerie Cooksley

Aromatherapy is a caring, hands-on therapy which seeks to induce relaxation, to increase energy, to reduce the effects of stress and to restore lost balance to mind, body and soul.“  Robert Tisserand

Aromatherapy can be defined as the controlled use of essential oils to maintain and promote physical, psychological, and spiritual wellbeing.“  Gabriel Mojay

Aromatherapy can be defined as the art and science of utilizing naturally extracted aromatic essences from plants to balance, harmonize and promote the health of body, mind and spirit.  It is an art and science which seeks to explore the physiological, psychological and spiritual realm of the individual’s response to aromatic extracts as well as to observe and enhance the individual’s innate healing process.  As a holistic practice, Aromatherapy is both a preventative approach as well as an active method to employ during acute and chronic stages of illness or ‘dis’-ease.

Okay, dalam bahasa yang mudah untuk kita faham, ” aroma ( bau) yang di extract daripada bunga, daun, biji, batang atau pun akar tumbuh tumbuhan tertentu. Dari segi sains nya, bau ini akan tertindak balas dengan sistem badan manusia yang mampu menyumbang kepada elemen  kecantikan dan kesihatan emosi dan fizikal secara semulajadi.

KENAPA TUMBUH -TUMBUHAN?

Hampir 6 ribu tahun dahulu, ketamadunan manusia tidak mempunyai banyak pilihan dalam dunia kecantikan dan kesihatan. Mereka sangat peka dengan apa yang ada di sekeliling mereka. Manusia akan MATI jika tiada TUMBUH TUMBUHAN,

  1. dengan pokok,kita boleh bernafas,
  2. dengan pokok kita boleh dapat sumber  makanan  dan minuman,
  3. dengan pokok juga buat kulit manusia boleh jadi cantik,
  4. dengan pokok banyak penyakit boleh diubati
  5. dengan pokok, kita dapat berlindung daripada hujan dan panas.

Sudah pasti,  PENCIPTAAN ini tidak sia sia,

Secara mudah nya, aromaterapi adalah pengunaan minyak-minyak daripada pati tumbuhan yang mudah menguap, ia mempunyai molekul sais yang sangat halus ( kurang dari 500 amu) dan boleh meresap ke dalam bahagian badan manusia.

Bangsa Cina, mengunakan tumbuhan beraroma sebagai kebudayaan mereka, dan digunakan untuk kebaikan (kesejahteraan) jiwa dan raga.  Mereka membakar dupa untuk menciptakan kondisi yang seimbang dan penuh harmoni.

Bangsa Mesir kemudian menciptakan mesin distilasi yang belum sempurna. Mesin ini boleh mengeluarkan minyak dari pohon Cedar. Beberapa pendapat mengatakan bahwa teknik distilasi ini sudah pernah digunakan oleh bangsa India dan bangsa Persia (kini Iran), namun hanya sedikit bukti yang membuktikan hal itu.

Saat makam-makam di Mesir dibuka pada awal abad ke-20, kelihatan sisa  rempah-rempah ditemukan dengan bahagian tubuh dari mayat yang ada. Bau dari rempah-rempah tersebut masih tercium walaupun tipis. Bangsa Mesir juga menggunakan minyak dan tumbuhan herbal yang lain sebagai bahan persiapan untuk kegiatan spiritual, kedoktoran, wangian dan juga kegunaan kosmetik.

Bangsa Yunani belajar banyak hal tentang aroma terapi daripada bangsa Mesir. Ditambah pula  dengan ilmu pengetahuan yang agak tinggi dari bangsa Yunani, mereka mengunakan minyak minyak hasil ekstraksi itu selain untuk aroma, juga sebagai anti radang kulit, dan menyembuhkan luka.

Bangsa Romawi meneruskan tradisi tersebut, dan  menemukan hampir 300 jenis tumbuhan yang boleh digunakan sebagai aromaterapi dan  pengubatan. Bangsa Romawi juga mengembangkan teknologi ekstraksi bukan hanya pada minyak esensial dari pohon, tetapi juga mengekstrak dari sari bunga.

Pada abad ke-12, seorang ketua asrama biarawati bernama Hildegard menanam dan kemudian mengambil sari dari Lavender untuk tujuan kedoktoran.

Pada abad ke-13, industri farmasi lahir. Hal ini mendorong lebih banyak distilasi minyak esensial secara besar-besaran.

Pada abad ke 14 kejadian Black Death terjadi dan membunuh jutaan orang. Persiapan tumbuhan-tumbuhan herbal digunakan untuk melawan pembunuhan yang kejam ini. Pada masa itu dipercaya bahawa beberapa aroma yang digunakan dapat menghindarkan wabak tersebut dari tersebar.

Pada abad ke-15 lebih banyak tumbuhan ditanam dan di distilasi untuk mendapatkan minyak esensial seperti kemenyan, juniper, mawar, dan rosemary. Pertumbuhan ini diikuti dengan banyak nya buku-buku dan karya yang membahas tentang herbal-herbal aroma terapi ini.

Pada abad ke-16 dan ke-17 minyak minyak herbal ini dapat di beli di kedai kedai yang di sebut “apothecary” dalam pilihan yang semakin meningkat.

Pada abad ke-19 ditemukan tempat untuk wadah minyak-minyak tersebut dan persebaran minyak esensial semakin luas.

Pada awal abad ke-20 ilmu pengetahuan semakin kompleks dalam memisahkan minyak-minyak esensial yang digunakan untuk membuat bahan kimia sintetis dan ubat-ubatan. Hal ini menjadikan pemisahan antara ubat dan aroma terapi lebih menguntungkan, dan disebut sebagai “kedoktoran moden”.

Seorang ahli kimia Perancis bernama René-Maurice Gattefossé. Beliau lebih fokus dalam menggunakan distilasi minyak esensial untuk keperluan kedoktoran. Pada suatu kejadian lengannya terbakar, dan secara refleksi mencelupkan ke dalam minyak  lavender. Lengan yang terbakar tadi sembuh dengan cepat dan hanya  sedikit  luka berbekas.

Pada tahun 1937, René-Maurice Gattefossé menulis buku bahasa Perancis berjudul Aromathérapie: Les Huiles essentielles hormones végétales yang kemudian di alih-bahasakan bahasa Inggris menjadi Gattefossé’s Aromatherapy.

Tokoh lain yang berjasa bagi perkembangan aromaterapi adalah Jean Valnet, Madam Marguerite Maury, and Robert B. Tisserand. Jean Valnet dikenali sebagai orang yang mendedikasikan hasil kerjanya dalam menggunakan minyak esensial untuk membantu menyembuhkan prajurit perang yang terluka di dalam bukunya, The Practice of Aromatherapy.

Robert B. Tisserand dikenal sebagai aromaterapist Inggris yang bertanggungjawab dalam membawa masuk aromaterapi ke Negara-negara berbahasa Inggris. The art of Aromatherapy adalah buku yang terbitkan pada tahun 1977, dan menjadi buku aromaterapi pertama yang berbahasa Inggris.

Pada akhir abad ke-20 dan memasuki awal abad ke-21, menunjukkan semakin tinggi minat dan keinginan untuk menggunakan produk-produk natural termasuk minyak-minyak esensial untuk terapi, kosmetik dan wewangian aromatik.

Akhir-akhir ini, peningkatan keperhatian terhadap penggunaan aroma terapi di tambah dengan semakin mudahnya informasi informasi aroma terapi di buku dan internet menjadikan penggunaan aromaterapi semakin meningkat di dalam bidang terapi, kosmetik dan wewangian (parfum)

essentiol oil

Leave a Reply